RSS

Indonesia berharap Pulau Komodo Dapat Menggantikan Candi Borobudur

Setelah Candi borobudur tidak masuk dalam kategori Tujuh Keajaiban Dunia, kini Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI berjuang keras agar Taman Nasional Pulau Komodo bisa masuk dalam Tujuh Keajaiban Dunia kategori taman nasional. Jika target ini tercapai, akan berdampak besar terhadap industri pariwisata, karena wisatawan mancanegara diyakini akan banyak berkunjung ke Indonesia.

Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, Sapta Nirwandar mengatakan, Candi Borobudur ternyata kalah populer secara internasional, sehingga melalui suatu voting melalui internet yang diadakan New7wonder Foundation, Candi Borobudur tak masuk dalam kategori Tujuh Keajaiban Dunia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya NTT, Ansgerius Takalapeta, mengajak semua komponen masyarakat Indonesia agar terus memberikan dukungan kepada Taman Nasional Komodo itu melalui vote di www.new7wonders.com.

"Kita masih punya waktu sampai 2011 untuk memilih Taman Nasional Komodo sebagai salah satu keajaiban di dunia".

Taman Nasional Komodo yang dihuni binatang purba varanus commodoensis, kini masih memiliki saingan berat yakni Hutan Amazon - Brazil dan Black Forest - Jerman. Tak hanya hewan langka tersebut, Taman Nasional Komodo juga untuk melindungi berbagai macam satwa, termasuk binatang-binatang laut.

Taman Nasional Komodo memiliki beberapa pulau yakni Pulau Komodo, Rinca dan Padar, ditambah pulau-pulau lain seluas 1.817 meter persegi sebagai habitat asli Komodo. Taman Nasional Komodo didirikan pada 1980 untuk melindungi kelestarian komodo dan satwa lainnya di sekitar perairan Pulau Komodo dari kepunahan.

(dari berbagai sumber)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Penghuni Pulau Komodo


Komodo adalah hewan asli Kepulauan Flores, Nusa Tenggara. Pulau yang paling banyak ditempati komodo ini diberi nama sesuai dengan nama hewan ini saat ditemukan pada 1910, yakni Pulau Komodo (Komodo Island).

Kadal-kadal raksasa ini termasuk hewan yang nyaris punah dengan jumlah populasi di alam liar kurang dari 4.000 ekor. Untuk melindungi komodo, pada 1980 disepakati untuk membentuk kawasan konservasi dalam bentuk Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Sebaran dan populasi komodo dalam tiga dasawarsa terakhir ini semakin menurun dan keberadaannya semakin terancam, terutama akibat kegiatan perburuan rusa, sebagai mangsa utamanya. Bahkan populasi di Pulau Padar diketahui telah hilang sejak akhir 1990-an, padahal pada awal tahun 1980-an, komodo masih dapat dijumpai di sana. Perhatian dan upaya konservasi spesies ini perlu diberikan secara khusus, karena populasi komodo diambang kepunahan.

Bagi sebagian penduduk di Pulau Komodo, hewan ini dianggap lebih berbahaya terhadap manusia daripada buaya, karena kandungan bakteri pada air liurnya yang dapat menyebabkan infeksi berat.

Biasanya, musim kawin komodo terjadi antara Juni-Juli. Pada Agustus, komodo betina akan menggali sarang berupa gundukan bekas sarang burung Gosong (Megapodius reindwardt) di bukit dan sarang lubang di tanah, untuk menyimpan telurnya yang dapat mencapai 38 butir. Telur komodo biasanya dijaga oleh induknya, namun anak yang baru lahir pada bulan Februari atau Maret tidak dijaga, malah sering dimakan.

Komodo membutuhkan lima tahun untuk tumbuh sampai ukuran dua meter dan dapat terus hidup sampai 30 tahun. Memasuki 4-5 tahun adalah masa awal kematangan komodo secara seksual

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hati-hati di Pulau Komodo untuk Wanita Haid


Setiap wisatawan yang mengun­jungi Taman Nasional K­o­modo (TNK) wajib didampi­ngi ranger. Biasanya mereka ada­lah polisi hutan yang bertugas di TNK. Bisa juga pendampingnya adalah guide dari Putri Naga Ko­modo (PNK), yaitu perusaha­an yang ditunjuk untuk menge­lola TNK sebagai objek wisata.

Setiap saat ada tiga ranger yang siaga di Pulau Rinca dan Pulau Ko­modo. Mereka siap mendam­pingi wisatawan yang bisa saja datang setiap saat, kecuali ma­lam. Mereka bertugas di pulau ter­pencil tersebut secara bergilir­an sepuluh hari sekali. Pergantian siftnya setiap tanggal 1, 11, dan 21.

Berbagai pengalaman dilakoni para ranger. David, yang tergolong senior di antara para ranger, memiliki pengalaman mendebarkan. Saat itu salah seorang wisatawan perempuan asing sedang haid. Padahal, hal itu sebenarnya pantangan.

Komodo sangat peka terhadap bau darah. Dia bisa mencium bau da­rah dari jarak sekitar 9 kilometer. ''Begitu melintas di jemba­tan, seekor komodo langsung mengejar,'' ujar David.

Belakangan dia tahu bahwa wisatawan tersebut sedang berbulan madu. Dan, haidnya baru datang saat berkunjung ke TNK.

Lain lagi pengalaman ranger Andy Kefe yang berdarah Timor Leste. Dia merasa terharu karena wisatawan asal Austria yang didampinginya nyaris gagal melihat komodo.

Saat itu memang musim kawin binatang tersebut. Di musim se­perti itu, komodo jarang berke­liar­an. ''Turis itu mengatakan sejak kecil ingin melihat komodo dan rela menabung untuk datang ke sini. Saya merasa ikut bersalah,'' kata ranger berusia 29 ta­hun tersebut.

Andy pun berusaha sedapat mungkin menemukan komodo demi wisatawan yang dipandunya. Untuk itu, dia beberapa kali memotong rute dan keluar dari track yang disediakan untuk wisatawan. Usahanya berhasil. ''Sa­ya ikut senang,'' ujar ranger lulusan SKMA (Sekolah Kehutanan Menengah Atas) tersebut.

Di kalangan para ranger, Andy dikenal sebagai ahli komodo. Itu karena dia banyak mempelajari perilaku dan kehidupan binatang tersebut. ''Padahal, dulu saya sempat menyesal ditugaskan di sini. Sekarang saya sangat bangga dengan komodo,'' katanya.

Kecintaannya terhadap komodo dibuktikan ketika beberapa kali dia mengobati komodo yang terluka. Dari hal itu dia mengetahui bahwa antibodi komodo sa­ngat bagus. ''Dia bisa menyem­buhkan lukanya sendiri hanya dalam waktu dua minggu,'' tuturnya.

Itu diketahui setelah seekor komodo terluka akibat bertarung dengan komodo lain. Isi perut komodo tersebut sampai keluar lewat luka robek di bagian sisi perutnya. ''Saya perban lukanya itu,'' katanya.

(sumber:ictwomen.com)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pulau Komodo


Pulau Komodo terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo . Pulau Komodo berada di sebelah barat Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape, termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pulau Komodo, tempat hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Pulau Gili Motang, jumlah keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. diperkirakan sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS